Senin, 04 Januari 2016

Cerpen tentang Galau Blog hartuti mirtasari



GALAU NIE YEE.....

                Hai sobat-sobat...... semalamaku baru saja bertemu dengan tean lamaku, namanya parida, anehnya ! Bukannya dia menyambutku dengan muka cerah ceria, malah wajahnya begitu sendu alias mendung bin kelabu plus cemberut ..... tau gak kenapa ? pas aku tanya wajahnya begitu ..... dia jawab singkat “lagi galau nie....” Ha.....?  Mataku melotot tanpa kaget, Parida kog bisa galau ya...? Bisikku dalam hati.

Siangnya, saat les dengan bu Maya, tu lo.... Guru Mate-matika disekolah kami. Si Sinta teman karibku juga uring-uringan tak menentu. Bete’ kali ya...? bawaannya mengomel aja tanpa jelas kesiapa arah tujuannya. Aku juga jadi bingung , karena dia tuh jarang begini bahkan ini kayaknya kali pertama deh dan dia pinter Matematika jika pelajaran tersebut dia tidak pernah absen kali ni gak tau deh kog bisa dia bolos mungkin gara-gara galau ya. Demikian sekelumit ceritaku, tentang kejadian hari ini. Dan ternyata saat ku tanya kawan-kawan ku yang lain tentang tema galau , mereka bilang “ akhir-akhir ini banyak orang yang lagi galau berat “ hi...... yg benar aja, aku bertanya-tanya dalam hatiku.

                Diam-diam aku jadi penasaran, Ada apa sih orang pada galau? Sepulang ekolah, aku singgah dirumah guru agamaku. Aku bertanya kepada beliau  “kenapa sih teman-teman ku pada galau”? dan beliau pun menjawab “Mungkin mereka ada masalah”  aku pun bertanya kembali “galau itu seperti apa sih bentuknya bu ?” dan beliau pun menjawab galau itu pikiran gak  karuan, gak tenang dan gak stabil dan bla-bla.....” jelas guruku panjang lebar . Pertanyaan ku selanjutnya, “ bu, mereka kog mau galau ya ? “ kembali bu Nurul menjelaskan “Nisa,  galau tu gak dibeli .... eh ... gak dicari dan tidak pula datang sendiri,” Aku tambah ingin tahu “ loh.... jadi, kok bisa si Sinta kena ma si Yuli ? tanyaku penasaran.” Ya, bisa aja. Sebab galau tu suatu penyakit menular dan kronis” jelas bu nurul. “ha...? penyakit menular? Kronis lagi? Berarti teman aku si parida sama si sinta harus cepat-cepat dibawa kerumah sakit dong bu”. Bu Nurul kembali menjawab dengan penuh kesabaran .”  begini lo maksudnya, galau itu letaknya dihati . Kalau orang sedang galau berarti hatinya sedang tidak stabil, tidak stabil berarti ada gangguan , kalau ada gangguan berarti ada yang tidak beres , kalau tidak beres berarti harus dibereskan.... artinya orang yang sedang galau tu, tidak bisa berFikir jernih ,tidak bisa konsentrasi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau sebagainya, biasanya bawaannya malas aja, dan maunya nyantai aja pokoknya kalau diajak hal-hal yang positif bawaannya malas terus, tapi kalau diajak pada hal yang tidak bermanfaat dia cenderung mau mengerjakan. Bahkan terkadang tanpa ia sadari sering jatuh pada perbuatan dosa” Begitu jelas ibu guruku.

                Benar-benar merugikan, bikin lumpur....he...gak nyambung kali ya, maksudku bikin tambah merugikan diri sendiri,. Akhirnya kutanyakan kepada bu Nurul lagi. “ Apa sih yang menyebabkan orang bisa kena penyakit galau..... Dan kira-kira obatnya apa bu ? mungkin aku bisa bantu mereka bu, agar tidak galau yang berlarut-larut. Biar mereka bisa sehat seperti semula?”. Bu Nurul berkata “Penyebabnya sih sederhana, galau tu muncul yaitu saat hati kita jarang mengingat Allah, obat galau yang mudah dengan berwudhu’, membaca al-qur’an, zikir dan mengingat Allah. Bukankah Allah  mengatakan dalam Al-qur’an bahwasanya mengingat Allah itu dapat menentramkan hati. Satu lagi bertemanlah dengan orang yang sholeh. Mau lebih lengkap ? ibu kasih resep aja  ya, ingat lagunya opick...? Ya itu dia, judulnya obat hati”. Begitulah penjelasan guru agamaku mengakhiri pertemuan kami disiang menjelang sore itu. Malamnya, aku berfikir dan merencanakan beok resep itu akan kuberi kepada temanku yang sedang galau  ya si sinta dan parida. Kalo aku ditanya sama mas opick...  judul lagunya tu. Cocoknya “obat galau” he... “tapi ya, mana mungkin bisa dirumah. Kasetnya sudah beredar seantero nusantara”. Begitu kira-kira jawaban mas opick.

Menjelang mataku terpejam, kusenandungkan syairnya dengan suaraku yang terindah.

“ obat hati ada lima perkara”

Yang pertama baca qur-an dan maknanya

Yang kedua shalat malam dirikanlah

Yang ketiga zikir malam perbanyaklah

Yang keempat perbanyaklah berpuasa

Yang kelima berkumpullah dengan orang sholeh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar